The Urgency of Special Legislation for Indigenous Peoples in Indonesia
Strengthening Legal Protection and Cultural Heritage
DOI:
https://doi.org/10.32678/iseaes.v1i1.18Keywords:
customary law, customary law communities, draft law on Indigenous PeoplesAbstract
Indigenous communities in Indonesia are vital to preserving the nation’s rich cultural diversity and local wisdom. They safeguard a heritage that spans ancient languages, customs, and traditional knowledge. However, these communities face challenges such as the legal recognition of customary land, the protection of basic rights, and environmental preservation. This study employs a normative legal research method to analyse relevant laws and regulations regarding the existence and protection of indigenous communities. It highlights the urgency of enacting specific legislation to safeguard their rights and improve their social and environmental welfare. The findings show that while indigenous communities are numerous, diverse, and widely distributed, they often suffer from the erosion of their rights—including customary land rights (Ulayat Land), the right to revive traditions, and the right to live as Indigenous Peoples. Despite partial efforts by the government through the 1945 Constitution, the Agrarian Law, and the Human Rights Law, a clearer and more robust legal framework in the form of a Special Law on Customary Communities is needed. Such legislation would enhance legal protection and address legitimacy challenges, ultimately strengthening the safeguarding of indigenous rights across Indonesia.
Downloads
References
Adha, M. M., & Susanto, E. (2020). Kekuatan nilai‐nilai Pancasila dalam membangun kepribadian masyarakat Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 15(1), 121–138. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i01.319
Asriany, A. (2014). Kearifan lokal dalam pemeliharaan kerbau lokal di Desa Randan Batu Kabupaten Tana Toraja. Nutrisi dan Makanan Ternak, 12(2), 64–72.
Darmastuti, R., Bajari, A., Martodirdjo, H. S., & Maryani, E. (2016). Gethok tular, pola komunikasi gerakan sosial berbasis kearifan lokal masyarakat Samin di Sukolilo. Jurnal ASPIKOM, 3(1), 104. https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i1.103
Efendi, M., Sahrul, M., & Salma, S. (2020). Nilai kearifan lokal tradisi Manugal masyarakat Dayak Meratus Kalimantan Selatan pada materi geografi bidang lingkungan hidup (Kajian etnografi). PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 2(2), 260. https://doi.org/10.20527/padaringan.v2i2.2158
Elfira, M. (2013). Model kepemimpinan berbasis kearifan lokal di Minangkabau dan Bugis. In Proceedings of the 5th International Conference on Indonesian Studies: “Ethnicity and Globalization” (pp. 15–26).
Ernawati, & Baharudin, E. (2019). Dinamika masyarakat hukum adat dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia. Hukum dan Keadilan, 6(2), 53–67. Retrieved from https://ejurnal.stih-painan.ac.id/index.php/jihk/article/view/63
Retrieved from https://ejurnal.stih-painan.ac.id/index.php/jihk/article/download/63/37
Febriyanto, D., Nurjana, K., Anista, E., & Mardiansyah, D. (2021). Kearifan lokal dalam Hikayat Komering Pitu Phuyang. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(3), 321–334. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i3.227
Ferry, D., & Ramadani. (2021). Local wisdom community in efforts to conserve indigenous forests of Nenek Lino Hiang Tinggi and Nenek Empat Betung Kuning in Kerinci District. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 13(1), 30–48. https://doi.org/10.24259/jhm.v13i1.11163
Haq, I., Ibrahim, & Tiro, S. (2022). Artikulasi dan revitalisasi kultur‐natur masyarakat adat (Kajian atas resilensi masyarakat adat saat pandemi di dataran tinggi Kabupaten Gowa). Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 7(1), 43–67. https://doi.org/10.24252/sosioreligius.v7i1.30715
Hastuti, E., Julianti, D., Erlangga, D., & Oswari, T. (2013). Kearifan lokal sosial budaya masyarakat Minang. In Proceeding PESAT (p. 8–9).
Joko, & Tri Haryanto. (2014). Kearifan lokal pendukung kerukunan beragama pada komunitas Tengger Malang, Jatim: Local wisdom supporting religious harmony in Tengger community, Malang, East Java, Indonesia. Jurnal Analisa, 21, 201–213.
Julranda, R., Siagian, M. G., & Zalukhu, M. A. P. (2022). Pembangunan hukum nasional dalam rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat. Jurnal Crepido, 04(02), 171–183.
Karsudjono, A. J., Huda, I. U., Risanta, M., Munir, A., Rahayu, L., & Fatih, H. M. (2023). Bahuma as local wisdom of the Dayak Meratus indigenous community to form people-centered economic independence, 4(2), 21–25.
Kasitowati, R. D. (2011). Sandeq dan roppo: Kearifan lokal suku Mandar pesisir, Sulawesi Barat. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 6(1), 63. https://doi.org/10.14710/sabda.v6i1.13305
Ketti, N. C. (2021). Peranan kearifan lokal papadak dalam pengelolaan pesisir dan laut di Desa Nggodimeda dan Desa Siomeda, Kecamatan Rote Tengah. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), 4(2), 513–527. https://doi.org/10.36813/jplb.4.2.513-527
Kurniati, A., Kudus, I., Marwah, M., & Hartati, H. (2020). Pembelajaran kearifan lokal pakaian adat suku Buton bagi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1101–1112. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.737
Laike, R. J. (2019). Problematika pengakuan hukum terhadap hak ulayat masyarakat hukum adat. Hibualamo: Seri Ilmu-Ilmu Sosial dan Kependidikan, 3(1), 23–30.
Lamusu, S. A. (2020). Kearifan lokal dalam sastra lisan Tuja’I pada upacara adat pinangan masyarakat Gorontalo. Litera, 19(3), 505–520. https://doi.org/10.21831/ltr.v19i3.32400
Lubis, M. A. (2020). Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat hukum adat Batak Toba dalam melindungi eksistensi Danau Toba di mata dunia (Kajian hukum progresif). Jurnal Darma Agung, 27(3), 1234. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v27i3.607
Mahdi, I., Miinuddin, M., & Mike, E. (2019). Mengaktualisasikan kearifan lokal suku Rejang Bengkulu dalam Peraturan Daerah (Perda). In International Seminar on Islamic Studies, IAIN Bengkulu (pp. 154–162).
Mandiri, M. S., Trawocoadji, F. D., & Al Jibran, F. A. (2023). Urgensi Undang-Undang tentang Masyarakat Hukum Adat. Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(3), 210–220.
Manurat, N. E., Boham, A., & Harilama, S. H. (2015). Makna pesan adat Mandullu’u’tonna sebagai kearifan lokal masyarakat Sangihe dan Talaud (Studi pada masyarakat Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud). Acta Diurna, 3(3), 1–10.
Maylinda, E. (2021). Pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Desa Adat Osing, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. In Fakultas Politik Pemerintahan (pp. 1–14).
Muhlisin, M., Ulumi, H. F. B., & Humaeni, A. (2017). Kebijakan pemerintah daerah dalam perlindungan masyarakat adat di Provinsi Banten: Studi kasus masyarakat adat Baduy dan Citorek. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 1(1), 27–44. https://doi.org/10.37950/jkpd.v1i1.4
Munandar, A., Noer, M., Erwin, E., & Syahni, R. (2022). Keragaman bentuk kearifan lokal masyarakat suku Mentawai di kawasan wisata bahari Pulau Siberut. Menara Ilmu, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.31869/mi.v16i1.3243
Muslih, M., & Rayhan, A. (2023). The role of Baduy women in strengthening Baduy local food as an innovation for food security in the Banten region. Unram Law Review. Retrieved from http://www.unramlawreview.unram.ac.id/index.php/ulrev/article/view/247
Niman, E. M., Tapung, M. Mantovani, Ntelok, Z. R. E., & Darong, H. C. (2023). Kearifan lokal dan upaya pelestarian lingkungan air: Studi etnografi masyarakat adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160
Pajriah, S., Muin, A., Yahya, A. N., & Janan, S. N. (2020). Model pendidikan nilai berbasis kearifan lokal pada masyarakat penganut kepercayaan Sunda Wiwitan untuk meningkatkan karakter siswa. Jurnal Wahana Pendidikan, 7(1), 103. https://doi.org/10.25157/wa.v7i1.3272
Pohan, M. N. (2018). Hukum adat Sumatera Utara dalam yurisprudensi di Indonesia. Doktrina: Journal of Law, 1(1), 1. https://doi.org/10.31289/doktrina.v1i1.1607
Prameswari, S. I., M. I. A., & Rifanjani, S. (2020). Kearifan lokal masyarakat adat Dayak Hibun dalam melestarikan hutan Teringkang di Dusun Beruak, Desa Gunam, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari, 7(4), 1668–1681. https://doi.org/10.26418/jhl.v7i4.38499
Putra, C. G. B., & Muliati, N. K. (2020). Spirit kearifan lokal Bali dalam akuntabilitas Desa Adat. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 11(3), 561–580. https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2020.11.3.32
Rayhan, A., & Pramesty, W. A. (2023). Implementasi terhadap Minamata Convention on Mercury di Indonesia (Studi kasus mengenai pencemaran merkuri dan arsen di Teluk Buyat). Tirtayasa Journal of International Law, 2(1), 55. https://doi.org/10.51825/tjil.v2i1.19111
Rayhan, A., Taqiyya, S., & Safitriana, R. (2023). Kewenangan PTUN mengadili kasus fiktif positif perizinan pertambangan (Studi kasus Putusan No. 4/P/FP/2020/PTUN.PL). Jurnal PLREV, 1(2), 95–107. https://doi.org/10.59605/plrev.v1i2.565
Renanda, S. E., & R. M. S. (2024). Relevansi hukum adat dalam perkembangan hukum nasional pada era modern. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 3(7).
Sabardi, L. (1945). Konstruksi makna yuridis masyarakat hukum adat dalam Pasal 18B UUDN RI tahun 1945 untuk identifikasi adanya masyarakat hukum adat. In Sabardi 1.
Saswoyo, A. B., & Pura, M. H. (2023). Urgensi pengundangan rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat sebagai bentuk kesetaraan warga negara. Jurnal Suara Hukum, 5(1), 19–43.
Sukmadi, S., Kasim, F., Simatupang, V., Goeltom, A. D. L., & Saftara, I. (2020). Strategi pengembangan wisata berbasis kearifan lokal pada Desa Wisata Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.34013/mp.v1i1.356
Supriyadi, S., Gunawan, J., & Nurmadiah, N. (2023). Upaya AMAN Sumbawa dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat hukum adat di Sumbawa melalui BUMMA. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(2), 1158–1163. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i2.1566
Suwarno, S., Wibisono, D., & Syah, P. (2022). Makna dan fungsi nilai kekerabatan pada masyarakat adat Lampung Saibatin Marga Legun, di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 24(2), 290–323. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v24i2.341
Suwartiningsih, S., & Samiyono, D. (2014). Harmoni sosial: Kearifan lokal masyarakat Nias. Jurnal Societas Dei, 1(1), 235–269. Retrieved from http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Nias
Tobroni, F. (2016). Menguatkan hak masyarakat adat atas hutan adat (Studi Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012). Jurnal Konstitusi, 10(3), 461. https://doi.org/10.31078/jk1035
Triningsih, A. (2013). Hak konstitusional masyarakat hukum adat dalam judicial review Undang-Undang Perkebunan. Hak, 18(3), 203–217.
Tumbel, Z. (2020). Perlindungan hukum terhadap hak-hak budaya masyarakat adat dalam perspektif hukum hak asasi manusia. Lex Et Societatis, 8(1), 5–14. https://doi.org/10.35796/les.v8i1.28466
Usfunan, J. Z., & Yustus Pondayar. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal dalam masyarakat adat dalam pemilihan legislatif di Papua. Japhtn-Han, 1(2), 277–289. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v1i2.53
Usop, L. S. (2020). Peran kearifan lokal masyarakat Dayak Ngaju untuk melestarikan pahewan (hutan suci) di Kalimantan Tengah. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(1), 89–95. https://doi.org/10.37304/enggang.v1i1.2465
Widyakusuma, A., & Arief, R. (2023). Kajian nilai budaya tradisi pada arsitektur bangunan adat Jawa Bangsal Kencono Keraton Yogyakarta. Jurnal Trave, XXVII(1), 1–11.
Yadi Ruyadi. (2010). Model pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal (Penelitian terhadap masyarakat adat Kampung Benda Kerep, Cirebon, Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan pendidikan karakter di sekolah). In Proceedings of the 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI, November (pp. 576–594). Retrieved from http://file.upi.edu/Direktori/PROCEEDING/UPI-UPSI/2010/Book_3/MODEL_PENDIDIKAN_KARAKTER_BERBASIS_KEARIFAN_BUDAYA_LOKAL_(Penelitian_terhadap_Masyarakat_Adat_Kampung_Benda_Kerep_Cirebon_Provinsi_Jawa_Barat_untuk_Pengembangan_Pendidikan_Karakter_di_Sekolah)
Zuhdi, M. H. (2018). Kearifan lokal suku Sasak sebagai model pengelolaan konflik di masyarakat Lombok. Mabasan, 12(1), 64–85. https://doi.org/10.26499/mab.v12i1.34
Legal and Government Documents
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
TAP MPR No. IX/2001 tentang Pembaharuan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Peraturan Daerah.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Rayhan, Winda Talita Putri, Farhan Ardhi Nugroho (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.